Puisi 

Kita Saling Memanggil

MUSTAFA ISMAIL | TARIANCERMIN. WORDPRESS.COM

tak ada salahnya kita saling memanggil
pada jarak tak terucapkan
kita membeku dalam kotak-kotak sunyi
kehilangan waktu bicara
tak sempat membaca
meski suratkabar tetap menulis
peristiwa yang tiap saat harus kita tunda
karena jalan kecil, kota menggoreskan air mata

panggillah beberapa kali
hingga kita sama-sama mengerti
apa yang perlu kita lakukan
duduk pada satu sudut
memperbincangkan penanggalan yang lewat
dan sunyinya sebuah senja

ketika kita saling memanggil
jarak menetes dalam genggaman
kita berlomba: gairah mengirim luka.

Trienggadeng, 1996

Related posts

Leave a Comment