Puisi 

Apa Salahku?

Kicauan burung tersembunyi Guguran daun menari Lambaian pohon berbunyi Menyerang terik matahari “Apakah masih sama?” Jawabnya “tidak” Kini hanya ada kicauan burung dalam maya Kini hanya ada kulit kusam kami menyerang terik Kini hanya ada kumpulan sampah menari Seiring bunyi angin sepoi Apa salahku? Tak memberimu kehidupan? Tak memberimu asupan makan? “Lalu?” Abu terbang, menyesakan napas “Hey” Mematung manusia Menatap dia, sampah kering membara  Tak bersalah? Sadarlah!   [DFR] @coretan__davv

Read More
Puisi 

Puisi | Lemari Si Miskin | A. Syafi’i

Lemari Si Miskin Si miskin membuka lemarinya yang terbuat dari keputusasaan Dilihatnya pojok lemari, barangkali ada kehidupan di sana : tak ada apa-apa, kecuali kehampaan Lalu membuka lagi sebuah lemari yang ia beli dari pemulung dengan harga persaudaraan Dilihatnya ke dalam, menyisir setiap sudut Lalu ia dapati sebuah kantong kresek Ia membukanya, sebuah kesunyian menyembul dari dalam dengan cepat melesat meninggalkan lemari si miskin Tinggallah sekarang si miskin di rumahnya berdua bersama : Kematian 2021, Kediri   Achmad Syafi’i, hamba amatiran yang aktif di Instagram @mbah_syafii dan Twitter @asyafii236.

Read More
Puisi 

Butuh

KARANG GAUK | hidayatr003@gmail.com | bodorbodoh.blogspot.com   Aku kembali membutuhkanmu pagi ini seiring meningginya mentari dan menguapnya embun pada mawar berduri Aku kembali membutuhkanmu  pagi ini saat aku mencoba menjadi belati dalam titik bifurkasi Aku kembali membutuhkanmu pagi ini ketika tak ada lagi kata berdefenisi untuk menggambarkan kau tak mati Aku kembali membutuhkanmu pagi ini dari prasangka salah yang acap kali atau senyum sinis pengaduk emosi Aku kembali membutuhkanmu pagi ini tanpa bergulat dengan narasi membuktikan kau tak hanya dihati

Read More
Puisi 

Bahagia Tanya

Ada tangis anak kecil yang berlari-lari di telingamu meminta balon warna dari dongeng kesukaanmu   Ke mana lalu semoga itu diijabah kemudian hening menjadi gembira yang dirayakan bersama   Lalu alunan doa terlihat oleh mata dan kau bahagia dari tanda tanya   (Curup, 23 Desember 2019)

Read More
Puisi 

Kamar Tidur

Selama pandemi, kamar tidur selalu terjaga menjagaku yang rebahan dan pikiran-pikiranku yang suka bertanya pertanyaan dari kepalaku semakin banyak pandemi membuat kepalaku menjajakan tanya-tanya yang entah harus dijawab siapa   Kamar tidurku hanya sunyi tidak menampilkan apa-apa suatu hari saat bosan di kamar aku membayangkan kamarku adalah hutan hijau yang rimbun pohon-pohon menjulang dan bersenandung senang tidak dibakar paksa oleh ego manusia hutan bayanganku adalah yang paling belantara dari rindu keluar rumah di dada   Setiap pagi, aku mencintai keberadaanku yang damai di kamar tidur bangun dan berdoa supaya pandemi…

Read More
Puisi 

DI JALAN MATRAMAN 2

I.R.Z.I / iiqjazz@gmail.com   DI JALAN MATRAMAN 2 : Hasan Aspahani /1/ Aku sungguh senang campur tegang setelah luput dari pandang nyalang satpam dan mengeloyor dari sensor pagar anti pencurian di sebuah toko buku kenamaan jalan Matraman Kau tahu penyair kerap kakap mencuri maka setidaknya, aku si pengagum beratnya mesti mengikuti cara paling mbeling, mengutil buku dan menyelipkan di balik baju seragam putih abu-abu /2/ udara cukup segar di luar gedung tapi tak setegar penyair kala bingung barangkali rasa gamang yang menggeramang mengaburkan opsi untuk lekas pulang ada dua pilihan…

Read More
Cerpen 

Sebuah Kisah Untuk Sorot Matamu

SEPRIANUS | @seprianus5817 | seprianus81@gmail.com Aku membuka halaman microsoft word di laptopku bermaksud menulis sesuatu tentang dirimu di tahun-tahun yang jauh itu. Namun, waktu seolah berhenti. Setengah jam mataku terpancang begitu saja menatap halaman putih dan cursor yang berkedip-kedip, tanpa sepatah kalimat pun yang terlintas dan dapat kutuliskan. Kenangan itu menghempaskanku kembali pada suatu masa dimana kita memulai sebuah kisah yang untuk bertahun-tahun sesudahnya tak pernah mampu kulupakan. “Bolehkah kuantarkan pulang?” tanyamu padaku pada sore yang dingin dan gerimis. Kau membuka payung dan menangkupkannya di atas kepalaku. Aku tak menoleh.…

Read More
Cerpen Karya Pilihan 

Lelaki yang Ditelan Gerimis

CERPEN: MUstafa Ismail | @moesismail Kami bertemu di Rex, Peunayong, Banda Aceh, ketika gerimis baru saja reda mengguyur itu. Aku tidak tahu dia muncul dari mana, tiba-tiba dia sudah berada di depanku. Sejenak aku sempat terperangah dengan kehadirannya. Aku hampir tidak mengenalnya jika ia tidak menyebut namanya sendiri, sambil bertanya kepadaku dalam logat Aceh yang kental, “Kau masih ingat kan?”

Read More
Puisi 

YANG BERPULANG (Yeti Ch) *Mozes Misdy

Diammu banyak dalam tafakkur diatas kanvas. melenguh dalam gerak kuas merenov segala rasa dan asa. merangkum dalam cerita rupa. menyerupa namun tiada kentara. berkata tiada suara. entah remang, benderang atau gulita. asormu sepanjan titian masa. pengabdianmu tak kan pernah putus karena raga, meski tali jiwa mengurai jadi tanah rata. Hhngga senyummu lebur dengan alam Sang Perupa. mewujud dalam energi asa, mewarna pada langit biru berkelambu marcapada Minggu, 31Januari 2021

Read More