Puisi 

Kehilangan Tawa

Puisi: I Run

Mari kita tertawa menertawakan tawa yang sudah tidak terukir. Agar tawa itu malu hingga ia marah dan kembali tertawa. Namun bagaimana cara tawa untuk kembali tertawa jika ia sudah lenyap dari tempat semestinya? Maka merontalah bibir-bibir yang kesepian kehilangan tawa. Juga lesung pada pipi yang kehilangan arti tanpa tawa itu.

Pada persidangan antara senyum dan cemberut yang digelar di sudut bibir, semua berburu mencari tawa. Menghakimi tawa dan menyudutkannya sebab telah hilang diri. Namun tawa hanya diam tanpa tertawa. Membuat semua bingung termasuk hakim yang tak tahu harus apa. Lantas berdosakah jika tawa pergi dan menghilang setelah lelah?

Bengkulu, Juni 2020

Related posts

Leave a Comment