Puisi 

PUISI-PUISI HISYAM BILLYA AL-WAJDI

PAGI NETES PADAKU

Aku telah mengintai gerak-gerikmu angin sedari tadi
Sedari tadi pula,aku mencium aroma seekor burung
Yang hangus terbakar, seolah-olah sayapnya
mengibaskan getir padaku,lamat-lamat

Di pagi ini,aku ingin sekali memeluk ayat-ayat sunyi
Yang berjatuhan dari langit,seperti pundi kor hujan
memaksa bunga-bunga menuliskan kata-
kata di atas kelopaknya,serupa puisi suci
2020

Pada Nocturne, Op. 9: No. 2 in E-Flat Major
Buat chopin

Tak bisa kau tepis
Pada tuts itu musim panas tergelar
Melabuhkan kenangan
“Puisi membuat lembar kertas itu jadi wangi”katamu
Dari nada yang membayang diatas kepala,meredam
Apa lagi yang kau sebrangi
Punggungmu adalah titian lautan
Yang menyembah karang dan memuja kesucian
Akan datang hari perayaan dan sungai darahku dideraskan
Dan aku akan tidur di kandangMu
Menghindar dari pesta,menyamar jadi apa saja yang tak berguna
Agar mereka tak mengampuniku
Agar surga tak dijanjikan buatku
Agar putih hantumu bisa riang memamah jiwaku
2020

DI KEDALAM JIWAKU
Buat Oinarle

Di kedalaman jiwaku tumbuh berjumbelan pepohonan
Yang bersulur cahaya
Nampak nyata
Tapi gaib juga
Di relung jiwaku
Ada suara mu mengiang
Tiba-tiba hanyut ke ceruk kenangan
Di kaldera jiwaku
Hadir sesosok hitam
Sambil memegang bejana
Dia hisap cahaya di sekitarnya
Ku coba menghentikannya
Namun sia-sia
Ia malah menyeretku
Ke jurang tak keraba

2020

 

Related posts

Leave a Comment