Sosok 

Rida K. Liamsi: Sastra, Dunia Melayu, hingga Drama Korea

OLAH: WILLY ANA | @puisiwilly

Rida K. Liamsi seperti tidak pernah tidur. Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha media, karya-karyanya terus lahir. Ada puisi, novel, esai, makalah, hingga buku-buku tentang budaya sejarah Melayu. Ia baru saja meluncurkan novel “Luka sejarah Husein Syah” bertepatan dengan ulang tahunnya Juli lalu. Setelah itu, ia meluncurkan buku puisi “Sungai Rindu” pada perayaan Festival Gunung Bintan, 25 September lalu.

Bukunya yang lain, “Perjalanan Kelekatu” (puisi, 2007), “Rose” (puisi, Indonesia-Inggris, 2013), “Prasasti Bukit Siguntang dan Badai Politik di Kemaharajaan Melayu, 1160-1946” (buku semi sejarah, 2016) “Megat” (novel, 2016), “Mahmud, Sang Pembangkang” (buku semi sejarah, 2017) “Tempuling” (puisi, 2002) dan “Bulang Cahaya” (novel, 2007).

Kini ia tengah menulis dua novel “Hamidah” dan “Lanun Alang Tiga”. “Sekarang di perusahaan media saya tidak terlalu sibuk. Jadi banyak sekali waktu untuk menulis juga membaca,” ujar Datuk Rida – begitu para sastrawan menyapanya — kepada Imajisia pekan lalu. Ia memang selalu menyempatkan membaca apa saja. “Semalam minimal dua halaman.” Membaca juga caranya mengatasi kejenuhan, selain jalan-jalan pagi.

Rida K. Liamsi lahir di Dabo, Singkep, Lingga, Kepulauan Riau, 17 Juli 1943. Pemilik blog erdeka.com dan Instgaram @liamsirida ini dikenal inisiator Hari Puisi Indonesia (HPI) yang diadakan tiap tahun sejak 2014. Ia pun insiator dan kurator buku puisi tertebal di Indonesia (2016 halaman) yang menandai HPI 2016. Judunya “Matahari Cinta Samudra Kata”.

Mantan jurnalis Tempo ini pun kerap membaca puisi dan menjadi narasumber berbagai forum. Termasuk ketika pandemi ini, ia kerap mengisi berbagai webinar. Tak hanya itu. RDK (Erdeka) pun senang musik. “Saya suka semua jenis musik, jazz hingga klasik. Bahkan saya suka lagu Ayu Ting-ting yang judulnya Apalah Cinta dikombain dengan bahasa Turki itu,” ujarnya.

Ia pun suka nonton film. “Bahkan saya suka nonton drama Korea yang kemarin hits itu.” [*]

Related posts

Leave a Comment