Puisi 

Kamar Tidur

Selama pandemi, kamar tidur selalu terjaga

menjagaku yang rebahan dan pikiran-pikiranku yang suka bertanya

pertanyaan dari kepalaku semakin banyak

pandemi membuat kepalaku menjajakan tanya-tanya

yang entah harus dijawab siapa

 

Kamar tidurku hanya sunyi

tidak menampilkan apa-apa

suatu hari saat bosan di kamar

aku membayangkan kamarku adalah hutan hijau yang rimbun

pohon-pohon menjulang dan bersenandung senang

tidak dibakar paksa oleh ego manusia

hutan bayanganku adalah yang paling

belantara dari rindu keluar rumah di dada

 

Setiap pagi, aku mencintai

keberadaanku yang damai di kamar tidur

bangun dan berdoa supaya pandemi usai

tetapi, kenyataan tidak sesederhana doa,

lebih rahasia dari cinta dan Tuhan mengetahuinya

 

Kamar tidur dan aku seperti kekasih

yang saling memeluk ketika dingin menyapa

tetapi, pelukan bukan hanya penghangat raga

ia penghangat harapan-harapan

manusia yang sedang gulanda

seperti panas matahari pagi yang

mengecup tubuhku saat berjemur

kepada langit-langit kamar yang tak

menampilkan biru

kita terus merapal keinginan

di kamar tidur

 

“Tuhan, rencanamu adalah yang paling rahasia dan indah

maka indahkan hari-hari kami selama pandemi

tabahkan dada-dada kami yang suka sesak

kunci rapat mulut-mulut kami dari keluhan.”

(Curup, 2020)

Related posts

Leave a Comment