Cerbung 

Janda 7 Lelaki

“Janda 7 Lelaki”

karya : Uki Bayu Sedjati & Astrid Suryapringga

Judul harus “eye catcher” – begitu satu dari sekian syarat utama yang wajib diketahui dan dilakukan oleh penulis. Tentu saja judul bukan sembarang diunggulkan jika tak sebagus materi isinya. Dengan kata lain judul bukan hanya pemikat, namun juga menjerat siapapun untuk semakin tertarik dan mengikuti cerita-kisah-imaji sampai usai, sampai tuntas.
“Janda 7 Lelaki” memang demikian adanya. Kisah perkawinan – dan perceraian – di beberapa wilayah entitas budaya Nusantara selalu menarik untuk diketahui, dicatat, meski kemudian banyak yang tak disimak lebih lanjut, lantaran dianggap biasa. Novel ini boleh dinyatakan sekian persen fiksi dan sebagian lainnya kenyataan, karena itu sebaiknya tidak dianggap biasa, lantaran realitasnya ada di dalam kehidupan masyarakat kita.
Tentu, jika ada persamaan nama maupun judul novel ini dengan siapa & apapun, karena tidak dilakukan dengan sengaja, dengan kata lain tercetus begitu saja dalam proses penulisan. penulis mohon maaf.
“Apa penyebab perceraian sehingga seorang perempuan menjadi janda? Lantas bagaimana ceritanya sehingga ia dapat menjalani kehidupan kawin-cerai-kawin…dan seterusnya? Labilkah kejiwaannya? Dapatkah ia hidup nyaman, di setiap perkawinan, dengan lelaki yang berbeda? Dan beragam pertanyaan saling susul menyusul, kecuali jika membaca seraya berimajinasi hubungan persuami-istrian, sampai halaman terakhir. Maaf, jangan sampai novel ini menggoyahkan otak bathin Anda. Sila.

Sinopsis :

Kejadian yang tak disangka-sangka, peristiwa demi peristiwa dalam perjalanan hidup, memang tak mudah diramalkan. Karena wajahnya menarik, tubuh sintal, dan geraknya yang atraktif menjadikan Rosita, boleh panggil dia: Ros – gadis pesisir Utara Jawa Barat – mirip primadona di manapun ia hadir. Sejak SMA ia sudah didekati oleh lelaki-lelaki, yang royal memenuhi keinginannya asal boleh jalan bersama. Bukan sebagai pacar, karena Ros sangat memilih. Ia bukan bunga yang mau didekati sembarang kumbang.

Situasi dan kondisi kota kecil dengan kota besar tentu berbeda. Rosita jatuh hati lantaran pendekatan seorang pengusaha, yang kemudian menikahinya. Tapi, justru pernikahan pertama inilah yang mengguncang kehidupannya, yang mempengaruhi kejiwaan, demikian pula pernikahan berikutnya. Sayangnya, Rosita seperti tak menyadari. Ia mengikuti saja arus ke mana langkah ditapakkan, sehingga justru melibatkannya ke dalam berbagai masalah.

Apakah ia menjadi imune terhadap cinta, dan pada saat bersamaan maniak terhadap hubungan seksual dengan lawan jenis? Tidak mudah untuk menyimpulkan kondisi Rosita, memang. Benarkah ia subjek – seperti ketika remaja menentukan lelaki pilihan, ataukah ia objek – bahkan korban dari perkawinannya dengan lelaki? Yang jelas statusnya sebagai janda tidak membuatnya nyaman. Bahkan setelah memiliki satu anak, masih ada juga lelaki yang merasa terpikat, seperti tak menggubris statusnya.

7 lelaki yang mendampingi – sebutan ini tampaknya tepat dibanding istilah : yang mengawininya – ada yang meninggalkan kenangan manis, maupun persahabatan yang saling membantu, juga yang melukai, yang…. semua tercatat dan tersimpan. Siapa lelaki terakhir, dan mungkinkah tak membuatnya menjadi janda lagi – adalah pertanyaan yang sangat membutuhkan jawaban.

Angka 7 adalah bilangan – yang menurut sebagian umat manusia – memiliki atmosfir energi unik. Ada yang menyatakan menakjubkan, ada yang sebaliknya: memprihatinkan. Berarti tentu ada pula yang berada di antara itu, wilayah abu-abu. Mungkinkah Rosita tahu di mana posisinya?

Tunggu Tanggal Mainnya.

Related posts

Leave a Comment