Aku Pernah Membayangkan:Puisi Hisyam

Aku Pernah Membayangkan

Aku pernah membayangkan diri menjadi seorang raja di kota venesia,duduk diatas singgasana berlabis emas sembari menyaksikan sore dengan lanskap gondola yang berjalan perlahan.

Aku juga pernah membayangkan diri menjadi nelayan kecil yang berangkat melaut saat fajar menyingsing dan pulang ketika matahari mulai tenggelam.Berjalan menuju rumah mengendong rasa lelah dan memasang raut wajah orang yang kalah karena tak membawa hasil tangkapan seekorpun juga.

Aku juga pernah membayangkan diri menjadi seorang bajak laut mengarungi lautan,menaklukan gelombang dan memandikan diri dengan asin garam.Menjadi bajak laut yang disegani sekaligus di takuti,menghabiskan hari-harinya untuk merampas apa-apa yang bukan haknya sehingga menjalani masa tua dengan segudang rasa bersalah atas berbagai kejahatan yang pernah ia dilakukan.

Aku sering membayangkan diri menjadi seorang wanita dengan dada yang ranum dan tubuh ideal.Seorang wanita yang menebar pesona kebanyak pria dan membuat mereka tergila-gila.Di perlakukan seperti seorang putri yang suci,perintahku dianggap fatwa sehingga perbuatanku slalu dibenarkan bahkan bila aku membunuh orang lain tanpa sebab aku tidak akan di hukum atau dipenjara semua ini karena aku cantik dan mempesona .

Aku pernah membayangkan diri menjadi seorang penyair yang bangun pagi-pagi kemudian menyingkap tirai jendela melihat burung-burung yang hinggap di pohon jambu,menyimak gerak-geriknya dan puahhh puisipun terjelma meski sejujurnya aku takut menjadi penyair yang benar-benar mendedikasikan hidupnya untuk puisi,memandang kata-kata dengan tatapan penuh ketulusan atau menganyam kesepian ditengah hibuk perkotaan.

Aku juga pernah membayangkan diri menjadi seorang yang mendalami ilmu Mian Xiang dengan hari-hari yang dipenuhi manuskrip wajah orang lain serta catatan-catatan yang membingungkan.Seorang yang dikenal mampu melihat nasib dan mengintip takdir.Aku pernah membayangkan itu semua kekasih namun yang paling menyedihkan ialah aku pernah membayangkan diri menjadi seorang pria yang menghadiri pernikahan mantan pacarnya dan dengan sekuat tenaga mencoba merangkai kata”aku turut berbahagia”.

Related posts

Leave a Comment