Cerpen 

Suatu Sore Bersama Hadi

CERPEN: IWAN KURNIAWAN | @blogiwank Stasiun-stasiun televisi ribut menyiarkan perebutan kursi ketua partai. Telepon genggam Robert, asisten Mas Iwan, berdering-dering terus. Para wartawan berebutan meminta waktu untuk mewawancarai bosnya. Robert menengok ke Mas Iwan, yang masih duduk di sofa menonton salah satu stasiun TV yang menayangkan acara bincang-bincang yang membahas hal tersebut.

Read More
Cerpen 

Mimpi-Mimpi Senapati

CERPEN: Sarah Monica Angin menghembuskan hawa panas membara. Di luar, wajah malam merona menyala. Api dan asap menjulang dari pucuk-pucuk rumah maupun pepohonan. Percikannya menantang apa yang ada di langit dan di bumi. Senapati perlahan memperhatikan sekelilingnya. Dia mulai menyadari keberadaannya di sebuah kamar temaram, hanya diterangi oleh cahaya kemerahan yang menerobos dari jendela. Di hadapannya, sebuah ranjang menopang tubuh telanjang seorang perempuan yang tengah hamil tua. Perempuan tersebut menatapnya, lalu menunjuk ke jendela, ke arah potret kebakaran desanya.

Read More
Cerpen 

Sebuah Kisah Untuk Sorot Matamu

SEPRIANUS | @seprianus5817 | seprianus81@gmail.com Aku membuka halaman microsoft word di laptopku bermaksud menulis sesuatu tentang dirimu di tahun-tahun yang jauh itu. Namun, waktu seolah berhenti. Setengah jam mataku terpancang begitu saja menatap halaman putih dan cursor yang berkedip-kedip, tanpa sepatah kalimat pun yang terlintas dan dapat kutuliskan. Kenangan itu menghempaskanku kembali pada suatu masa dimana kita memulai sebuah kisah yang untuk bertahun-tahun sesudahnya tak pernah mampu kulupakan. “Bolehkah kuantarkan pulang?” tanyamu padaku pada sore yang dingin dan gerimis. Kau membuka payung dan menangkupkannya di atas kepalaku. Aku tak menoleh.…

Read More
Cerpen Karya Pilihan 

Lelaki yang Ditelan Gerimis

CERPEN: MUstafa Ismail | @moesismail Kami bertemu di Rex, Peunayong, Banda Aceh, ketika gerimis baru saja reda mengguyur itu. Aku tidak tahu dia muncul dari mana, tiba-tiba dia sudah berada di depanku. Sejenak aku sempat terperangah dengan kehadirannya. Aku hampir tidak mengenalnya jika ia tidak menyebut namanya sendiri, sambil bertanya kepadaku dalam logat Aceh yang kental, “Kau masih ingat kan?”

Read More
Cerpen Karya Pilihan 

Minggu Terakhir

CERPEN: SAIFUL BAHRI  |  Instagram @saifulbahri6120 Pada sangkaku, Minggu akhir Desember hampir enam belas tahun yang lalu itu adalah Minggu Terakhir bagiku. Aku yang rebah, lalu terguling-guling di bumi berguncang-berguncang, lalu pitam, takut, kecut dan gemetar, hingga dalam sempurna gamang tiada daya, semestaku tergulung-gulung, tersaruk-saruk, terseret-seret, terhimpit-himpit, luluh-lantak dalam gelora membara air hitam kental hangat yang datang dari laut belakang kampungku, hingga seketika aku bersangka-sangka : ini dia Minggu Terakhir!

Read More
Cerpen 

Siti Ambia

Cerpen: Sadri Ondang Jaya | Sumber: Serambi Indonesia @serambinews, 18 Mei 2014 | Siang itu langit cerah. Cahaya terang benderang. Angin enggan bertiup, mengundang gerah yang memanggang. Dalam suasana seperti itulah, Siti Ambia terus mendayung perahunya. Melaju membelah Sungai Singkil. Riak-riak air bergemericik menerpa badan perahu. Jari jemarinya yang lentik sigap mengayuh perahu agar haluannya tidak berbelok arah.

Read More
Cerpen 

Sepotong Malam

  OLEH: GUNS GUNAONE | @its_Gunaone Alfaris Ghifari, lukisan pernyataan perasaamu enggan kupandang. Sepanjang kegembiraan masa dewasaku yang telah terangkai indah dari tahun lepas tahun. Lusa nanti adalah minggu yang paling menyebalkan, hari pernikahan yang tidak pernah kuinginkan. Ketukan pintu beberapa kali tak kuhiraukan sama sekali. Tengah malam ini menjadi puncak kegelisahanku, segala kecewa dan penyesalan menyayat rasa sedihku yang tak kunjung reda. Begitupun kebencian terhadap lelaki pilihan ayah dan ibu, meniti titian kesunyian malamku. Apakah garis hidup yang terbentang pada nasibku sekedar rasa sakit dan pengharapan yang hampa?, air…

Read More
Cerpen 

Bocah Tanpa Mimpi

OLEH: GUNS GUNAONE | @its_Gunaone   (Terinspirasi-berdasarkan sajak penulis yang berjudul: Percakapan Pemulung dengan Ayahnya) “ Cepatlah tidur, besok kita harus bangun pagi “ Kata pak Ilham pada anaknya Tanpa adanya komentar apapun, anak lelakinya segera menggelar sehelai tikar lusuh dan langsung merebahkan tubuhnya dengan berselimutkan kain sarung yang sudah robek-robek. Sedangkan pak Ilham melanjutkan pekerjaannya membereskan-mengikat kardus-kardus bekas untuk dijual esok pagi, saking banyaknya barang rongsokan yang harus dia rapikan, terkadang dia lupa waktu-hingga larut malam barulah dia bisa istirahat. Dan semua itu dilakukannya atas nama kebutuhan meniti titian…

Read More
Cerpen 

Romo Sapien

OLEH: GUNS GUNAONE | @its_Gunaone Kemuakkan itu hadir kembali, amarahku pada lingkungan yang sesak, panas, polusi, over populasi. Kian menghampiri disela-sela rutinitasku dari hari kehari diibu kota ini. Di langit awan yang berkejaran berwarna kelabu pekat, namun rona angkasa itu bukan menandakan bahwa hujan akan segera turun. Melainkan pertanda bahwa mega-mega sedang merintih kesakitan. “ Kenapa raut wajahmu muram?, dan engkau seperti enggan menangis. Padahal airmatamu akan menetes menjadi rintik-rintik gerimis, itu indah bukan?. ” Lirihku, dan seolah didengar oleh hamparan awan itu, lalu ia menjawab dengan lengkingan suara maha…

Read More
Cerpen 

Ibu di Dasar Laut

FERHAT MUCHTAR | @FerhatMuchtar | Anggota @flpaceh | SUMBER: Serambi Indonesia, Minggu, 29 Desember 2013 SEKARANG Bida paham apa itu rindu. Baginya rindu bukan sebatas hujan menebaskering di saat siang. Atau seperti payung menggelembung menunggu hujan. Untuknya rindu lebih dari itu. Berdegup-degup tak mampu ditahan seumpama tiupan ombak yang datang berdepa-depa. Rasa itu selalu hadir bila mengenang Ibu. Berdua mereka kerap menghabiskan hari bersama-sama. Belajar, mengantarnya ke sekolah, atau mengajak Bida berkeliling kota. Tak pernah sekalipun ia mendengar Ibu menghardik. Tak pernah juga melotot sampai menegang urat mata. Bagi Bida,…

Read More