Cerpen Karya Pilihan 

Lelaki yang Ditelan Gerimis

CERPEN: MUstafa Ismail | @moesismail Kami bertemu di Rex, Peunayong, Banda Aceh, ketika gerimis baru saja reda mengguyur itu. Aku tidak tahu dia muncul dari mana, tiba-tiba dia sudah berada di depanku. Sejenak aku sempat terperangah dengan kehadirannya. Aku hampir tidak mengenalnya jika ia tidak menyebut namanya sendiri, sambil bertanya kepadaku dalam logat Aceh yang kental, “Kau masih ingat kan?”

Read More
Esai Karya Pilihan 

Diah Hadaning, Penyair “Serba Tujuh”

Saya mengenal nama Diah Hadaning (DH) pada 1978, ketika mulai mencoba-coba mengirimkan sajak ke media. Kala itu, saya tinggal di kampung, selepas dari SMA. Nama yang puitis itu saya temukan di Mingguan Swadesi. Bagi penulis pemula yang tinggal di desa, di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, kolom puisi Swadesi cukup menggoda untuk menjadi salah satu media publikasi. Dua tahun kemudian, 1980, saya bertemu langsung dalam sebuah acara sastra di Harian Berita Nasional (Bernas), Yogyakarta. Saat itu saya sudah kuliah di Yogya dan aktif menulis di media massa, termasuk di Bernas.

Read More
Karya Pilihan Puisi 

Petuah Kampung

PUISI: WILLY ANA Pulanglah nak, kepada tanah, rimbun hutan, dan kicau burung yang memberi melodi di kabut pagi Meski detak arloji menghapus bayang pada cerita yang kau gerus di ladang itu Tapi napasmu masih melekat di kerumunan ikan mungkus pada sungai yang tandus Tak kan tanak periuk menggantung pada lipatan hari tanpa kau siram dengan peluh yang mengupas waktumu Pulanglah nak, pada rejung yang mengurai bait-bait pada lembar hari hingga sungai di sudut matamu seperti rawang di lubuk betung Mungkin bola salju itu telah menjadi bara, membakar sketsa pada diary…

Read More
Cerpen Karya Pilihan 

Minggu Terakhir

CERPEN: SAIFUL BAHRI  |  Instagram @saifulbahri6120 Pada sangkaku, Minggu akhir Desember hampir enam belas tahun yang lalu itu adalah Minggu Terakhir bagiku. Aku yang rebah, lalu terguling-guling di bumi berguncang-berguncang, lalu pitam, takut, kecut dan gemetar, hingga dalam sempurna gamang tiada daya, semestaku tergulung-gulung, tersaruk-saruk, terseret-seret, terhimpit-himpit, luluh-lantak dalam gelora membara air hitam kental hangat yang datang dari laut belakang kampungku, hingga seketika aku bersangka-sangka : ini dia Minggu Terakhir!

Read More
Karya Pilihan Puisi 

Apresiasi untuk Film Reign of Assassins

  Pilo Poly | @nyaknanta | puisipilopoly.blogspot.com   Balada :Reign of Assassins katamu kau akan hidup dalam penderitaan seribu tahun menjadi mata yang tertutup selama hidup dan mengembara tanpa perlu mendengarkan ribuan caci maki yang menghempasmu katamu kau akan rela berdiri tegak dibawa hujan ratusan tahun dan saat itu, saat seribuan tahun telah lalu kau akan diam di sebuah danau dengan secangkir arak di tanganmu sampai mabuk dan mengira rembulan di hamparan danau adalah seorang wanita cantik kau melompat ke danau itu tapi sebuah tangan yang putih dan lembut segera…

Read More